Rangkaian Kabel Alternator Mobil

Rangkaian ini memiliki beberapa kabel sehingga penyaluran listrik negatif pada mobil dapat lebih merata.
Rangkaian kabel alternator mobil. B adalah kabel output alternator yang mensuplai langsung ke aki. L adalah kabel yang digunakan oleh regulator untuk indikator lampu chg. Berikut adalah cara kerja alternator mobil yang akan kami jelaskan secara singkat. Ke empat kabel soket dihubungkan dengan alternator di sepanjang rangkaian kelistrikan.
Tugas utama dari regulator adalah mengatur besar kecilnya arus listrik yang dapat masuk ke rotor. Ig adalah indikator kontak yang ada dialternator. S digunakan oleh regulator untuk mengatur strum pengisian ke aki. Tujuannya agar muatan daya pada aki tidak mudah habis saat digunakan menyuplai semua komponen mobil yang membutuhkan tenaga listrik.
Untuk pembahasan yang lebih lengkap tentang cara kerja alternator yang menggunakan ic regulator. Komponen rangkaian sistem pengisian pada mobil yang kedua adalah regulator. Dan untuk langkah terakhir cek sekring yang mengarah ke pengisian alternator cek pula pada bagian box sekring mesin apakah terdapat sekring yang putus atau tidak. Dengan adanya regulator tegangan yang dihasilkan oleh alternator akan konstan setiap saat meskipun putaran mesin lambat atau lebih cepat.
Berikut adalah tiga cara mengecek kerja dinamo ampere atau periksa kondisi alternator dinamo amper dengan mudah atau cara periksa sistem pengisian aki dari alternator apakah normal atau tidak. Rangkaian alternator mobil berfungsi sebagai pembangkit listrik untuk mengalirkan listrik ke aki. Sebaliknya jika tidak terjadi percikan api pada kabel maka alternator mobil anda kurang bekerja secara maksimal saat pengisian aliran listrik ke aki mobil.